Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Pernyataan Sikap Bersama: Mengecam Tindakan Tak Manusiawi dalam Penangkapan Komunitas Gay di Atlantis Gym & Sauna

13.03 Mario Pratama 0 Comments Category : , , , , ,



Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap kelompok minoritas identitas & seksual mendampingi penangkapan sewenang-wenang terhadap kurang lebih 144 pengunjung Atlantis Gym & Sauna pada 21 Mei 2017 pukul 20.00. Penggerebekan ini dilakukan oleh Opsnal JATANRAS & RESMOB Polres Jakarta Utara pimpinan Kasat Reskrim AKBP Nasriadi. Korban ditangkap dan dibawa ke Polres Jakarta Utara dengan menyita seluruh barang miliki korban untuk dijadikan alat bukti.  Penangkapan ini menurut kepolisian dilakukan karena korban melanggar Pasal 36 Jo Pasal 10 UU No 4 th 2008 tentang Pornografi & Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 tentang penyedia usaha pornografi.



Korban digrebek, ditangkap dan digiring menuju polres Jakarta Utara dengan menggunakan Kopaja. Sesampai di kepolisian, sejumlah korban digiring untuk dilakukan pemeriksaan. Tidak hanya itu, korban ditelanjangi dan dikonsentrasikan menjadi dua kelompok antara pengunjung dan staff, yang berpindah dari satu ruang ke ruangan lain untuk alasan pemeriksaan tanpa mengenakan pakaian.

Meski telah didampingi oleh kuasa hukum dari koalisi advokasi untuk Tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas, para korban tetap diperlakukan secara sewenang-wenang oleh kepolisian setempat dengan memotret para korban dalam kondidi tidak berbusana dan menyebarkan foto tersebut hingga menyebar viral baik melalui pesan singkat, media sosial maupun pemberitaan. Tindakan tersebut adalah tindakan sewenang-wenang dan tidak manusiawi. Kepolisian juga sempat menolak pendampingan dari salah seorang Advokat perwakilan Koalisi terhadap beberapa orang korban yang kabarnya dibawa ke Kementerian.

Penangkapan ini adalah preseden buruk bagi kelompok minoritas gender & seksual lainnya. Penangkapan di ranah paling privat ini bisa saja menjadi acuan bagi tindakan kekerasan lain yang bersifat publik.
Oleh sebab itu, kami Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Gender & Seksual mengecam tindakan sewenang-wenang tersebut dan meminta kepolisian untuk:

1. Tidak menyebarkan data peribadi korban, karena ini adalah bentuk ancaman kemanan bagi korban dan pelanggaran hak privasi setiap warga Negara.

2. Tidak menyebarluaskan foto dan atau informasi lain yang dapat menurunkan derajat kemanusiaan korban

3. Memenuhi hak praduga tak bersalah bagi korban dan segera melepaskan para korban


Jakarta 22 Mei 2017

Nara Hubung
LBH Jakarta : Pratiwi Febry (+62 813-8740-0670⁠)
LBH Masyarakat :  Ricky Gunawan (+62 81210677657⁠)
LBH Pers : Asep Komarudin (+62 81310728770⁠)
(ICJR) Institute for Criminal Justice Reform : Supi Surpiadi Widodo (+62 81586315499⁠)
Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) : Isnur (+62 81510014395⁠)
Arus Pelangi : Yuli Rustinawati (+628176004446) Lini (+628111717201)                      
[12:19, 5/22/2017] KSM: Boleh disebar?                      

RELATED POSTS

0 comments