Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

[Bioskop Pelangi] Moonlight

15.53 Mario Pratama 0 Comments Category : , , , , , , , ,

Sabtu, 11 Maret 2017 kemarin PLUSH menyelenggarakan Bioskop Pelangi yang kedua. Bioskop Pelangi kali ini memutar film yang lagi ngehits banget karena bersaing ketat dengan La La Land di Academy Award alias Piala Oscar 2017, yaitu "Moonlight".

Film arahan sutradara Barry Jenkins yang diproduksi tahun 2016 ini disebut-sebut sebagai film bertema LGBT pertama yang menyabet tiga piala Oscar sekaligus. Moonlight memenangkan kategori Gambar Terbaik, Naskah Adaptasi Terbaik, dan Pemeran Pendukung Terbaik.





Moonlight sendiri berkisah tentang tiga babak kehidupan seorang lelaki berkulit hitam yang tumbuh di lingkungan yang keras, di Miami, Amerika Serikat. Chiron, namanya, sejak kecil dibully oleh teman-teman sekolah. Teman dan ibunya sendiri sering memanggilnya "faggot", atau dalam bahasa indonesia kira-kira sama dengan bencong.


"Buat saya film ini tentang perasaan homoseksual yang sesungguhnya setara dengan manusia manapun. Pemutaran film ini menjawab pertanyaan saya mengapa Moonlight bisa memenangkan piala Oscar kategori pengambilan gambar terbaik. Bagi saya, menciptakan perasaan itu sangat sulit. Setiap shot, scene, dan sequence film Moonlight memiliki makna yang keren." - Damar


Seperti yang diungkap Damar, Moonlight berhasil menggambarkan kedalaman perasaan para tokohnya. Plotnya tidak cepat. Mungkin karena itu juga lah beberapa penonton menganggap film ini flat.

Banyak adegan di Moonlight yang berhasil menyentuh penonton Bioskop Pelangi secara personal. Misalnya pengalaman bullying yang dialami Chiron, bagaimana Chiron disebut sebagai gay dan faggot hanya karena ekspresi dan karakternya, bahkan ketika ia pun belum mengidentifikasi dirinya sendiri.

Percakapan antara Juan dan Little (panggilan Chiron saat kecil), juga sangat membekas di hati penonton.


Little: What's a faggot? (Bencong itu apa?)
Juan: A faggot is... a word used to make gay people feel bad. (Bencong adalah... kata yang digunakan untuk membuat orang gay merasa buruk.)



Little: Am I a faggot? (Apakah aku bencong?)
Juan: No. You're not a faggot. You can be gay, but you don't have to let nobody call you a faggot. (Tidak. Kamu bukan bencong. Kamu bisa saja gay, tapi kamu tidak boleh membiarkan seorang pun menyebutmu bencong.)


Hal penting lain yang yang diungkapkan penonton adalah, Moonlight berhasil menggambarkan kehidupan seorang gay kulit hitam. Kisah semacam ini sangat sulit ditemui di film.


"Entah bagaimana rasanya menjadi kulit hitam sekaligus gay di amerika Serikat. Diskriminasinya pasti berkali-kali lipat. Kalau kata orang sini, mampus aja lo,"
kata Yan Fau yang ikut menonton di Bioskop Pelangi lalu.
"Selama ini aku terlanjur percaya kalau orang kulit hitam itu pasti buruk dan jahat. Dari film ini aku belajar bahwa tidak seperti itu. Mereka juga berhati sangat lembut dan punya banyak masalah seperti aku. Mereka juga terlahir sebagai gay, sama saja seperti orang-orang lainnya," tambah Jimmy.

Secara umum, 40-an penonton Bioskop Pelangi kali ini cukup menikmati film Moonlight. Penonton kemudian merekomendasikan berbagai judul lain untuk diputar di Bioskop Pelangi selanjutnya, antara lain Betty Bencong Slebor, Danish Girl, dan Little Ashes.

Kamu punya rekomendasi film LGBT untuk ditonton bersama teman-teman komunitas dan allies di Bioskop Pelangi selanjutnya? Kirimkan judulnya ke whatsapp PLUSH yah, 0812 4777 9084.

Sampai jumpa di Bioskop Pelangi #3! 

RELATED POSTS

0 comments