Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Liliyana Natsir: Tomboy Peraih Emas Olimpiade

01.44 PLUSH Online 0 Comments Category : , , , , , , , , , , ,

Kabar baik dari Olimpiade 2016 Rio de Janeiro!
Indonesia berhasil meraih emas pertamanya lewat cabang Bulutangkis Ganda Campuran.
Dan, kabar lebih baiknya lagi adalah, medali emas ini dipersembahkan oleh seorang mbak-mbak tomboy nan ganteng: Liliyana Natsir (dan pasangannya Tontowi Ahmad).
Aduh duh, jadi makin penasaran sama tomboy satu ini. Siapa sih dia?


Butet, begitu dia biasa dipanggil, lahir di Manado 30 tahun lalu. Sejak kecil Butet sudah bergabung di klub bulutangkis. Lulus SD, ia memutuskan meninggalkan pendidikan formal dan hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan kemahirannya. Pasca menjuarai PON tahun 2002, Butet resmi bergabung di Pelatnas.
Butet Junior mulai mengharumkan nama Indonesia saat menjuarai Asia Junior 2002 dan meraih medali perak SEA Games 2003. Namanya mulai melejit pasca menjuarai Kejuaraan Dunia BWF 2005, kejuaraan paling bergengsi untuk atlet bulutangkis. Sejak itu, Butet tak henti-hentinya mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan. Meski terkenal sebagai pemain bulutangkis ganda campuran, Butet juga sempat bermain di ganda putri. Pasangannya yang paling terkenal saat itu adalah Vita Marissa. Mereka berpisah karena Vita mundur dari Pelatnas.


Tahun 2013, Butet mencetak sejarah dengan menjadi atlet perempuan pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF tiga kali. Sejarah berikutnya ia toreh di Olimpiade 2016. Emas yang ia persembahkan, merupakan emas pertama yang diraih Indonesia di cabang Bulutangkis Ganda Campuran dalam sejarah Olimpiade.
Liliyana/Widianto merupakan pasangan ganda campuran nomer satu dunia di era 2010. Bersama Nova Widianto, Butet mengantongi dua medali emas kejuaraan dunia dan 14 gelar.

Berikut merupakan daftar kejuaraan legendaris yang dimenangkan Butet:
  1. Olimpiade (1 emas, 1 perak)
  2. Kejuaraan Dunia (3 emas, 1 perak, 1 perunggu)
  3. Asian Games (1 perak, 1 perunggu)
  4. Kejuaraan Dunia Junior (2 perunggu)
  5. Kejuaraan Asia Junior (1 emas)
  6. Piala Dunia Badminton (1 emas)
  7. Piala Uber (1 perak, 1 perunggu)
  8. Piala Sudirman (1 perak, 2 perunggu)
  9. Kejuaraan Asia (1 emas, 1 perak, 1 perunggu)
  10. BWF Super Series (18 gelar, 16 runner up)
  11. BWF Grand Prix Gold and Grand Prix (9 gelar, 4 runner up)
  12. Turnamen Terbuka (5 gelar, 4 runner up)

Selain dikenal dengan prestasinya, Butet juga disorot masyarakat Indonesia karena ekspresi gendernya yang maskulin. Rambutnya dipangkas pendek, dan tidak menggunakan rok di pertandingan. Perlu diketahui bahwa Butet adalah satu dari beberapa atlet bulutangkis perempuan Indonesia yang menolak menggunakan rok.



Prestasi dan sejarah yang diukir Butet membuktikan bahwa orang-orang dengan orientasi seksual, identitas gender, dan ekspresi gender (SOGIE) dapat melakukan yang terbaik dan mengoptimalkan talentanya jika diberi ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Bukan SOGIE yang membuat orang tidak produktif, melainkan stigma, diskriminasi, dan kekerasan pada orang dengan SOGIE beragam. Gak kebayang deh kalo Butet dipaksa pakai rok saat bertanding. Mungkin malah ngedrop, tertekan,  dan gak bisa juara. Aaaakkk...


Sekali lagi, selamat yah Kak Butet! Terima kasih sudah menjadi diri sendiri! Terima kasih sudah membuktikan pada Indonesia! We love youuuu...






RELATED POSTS

0 comments