Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Logo Baru: Semangat untuk Terus Tumbuh

17.00 PLUSH 0 Comments Category : , , , , , , , , , , , , ,

Satu sore di bulan April 2015, teman-teman PLUSH berkumpul di basecamp tercinta. Setelah sekian lama gak kumpul-kumpul cantik, akhirnya basecamp PLUSH penuh lagi dengan teman-teman anggota, badan pengurus, staff harian, badan pengawas, dan para allies. Pokoknya keluarga besar!

Ada apakah gerangan?

Ternyata, tanggal 16 April itu, PLUSH ingin mengenalkan logo barunya. Yappp, logo baru. Logo ini sendiri belum resmi dipublikasikan saat itu. Pertemuan diadakan supaya teman-teman bisa memberi masukan pada desainernya.



PLUSH sebagai organisasi berbasis komunitas yang bergerak di bidang isu advokasi hak-hak LGBT di Yogyakarta selama ini terkenal dengan logonya berupa tulisan PLU Satu Hati (Baca: Pi.eL.yU Satu Hati) berwarna pelangi. Logo ini telah banyak menghiasi lembar surat, undangan, poster, maupun banner. Ia begitu lekat di ingatan teman-teman anggota, mahasiswa-mahasiswi, komunitas, organisasi, lembaga, jaringan, maupun individu-individu yang sangat menyayangi PLUSH.

Logo Lama yang sudah menemani PLUSH selama 7 tahun

 Kini, PLUSH telah menginjak usia tujuh tahun. PLUSH saat ini bertumbuh menjadi organisasi yang mengedepankan spirit muda, bergairah, pantang menyerah, serta berdaya juang tinggi untuk terus belajar dan berbenah. Tidak lupa, PLUSH pun semakin kuat dalam kerja-kerja advokasi hak LGBT di DIY dan Indonesia. Saat ini, PLUSH juga mengemban mandat Forum LGBTIQ sebagai koordinator wilayah Jawa hingga NTB. Ranah kerja semakin luas, dan komunitas baru bermunculan dan tumbuh bersama PLUSH.

Mengingat pertumbuhan PLUSH yang luar biasa, peremajaan logo menjadi diperlukan. Harapannya, PLUSH akan memiliki logo baru yang menunjukkan perkembangan PLUSH serta semangat dan arah perjuangan PLUSH ke depan. Seorang desainer logo profesional yang masih muda dan pro perjuangan hak LGBT telah membantu kita dalam penyusunan logo baru tersebut. Tentu saja, partisipasi dan masukan anggota, badan pengurus, badan pengawas, pendiri, serta semua teman yang telah berproses bersama PLUSH sangatlah bermakna bagi proses peremajaan logo ini. Proses diskusi tentang logo baru telah dimulai di awal tahun. Ada beberapa perubahan dari desain awal setelah mendapat banyak masukan.

Sore itu, Tama selaku direktur PLUSH mempresentasikan perkembangan PLUSH saat ini, serta menjelaskan mengapa peremajaan logo dibuat dan bagaimana prosesnya.


Setelah itu, Mak Uki sebagai salah satu pendiri PLUSH dan aktivis LGBT senior di Yogyakarta menceritakan sejarah terbentuknya PLUSH dulu. Setengah dari teman yang hadir sore itu ternyata belum pernah mendengar cerita lengkap tentang sejarah PLUSH. Pertemuan sore itu akhirnya, selain ngobrolin logo baru, menjadi ajang silaturahmi lintas generasi PLUSH. Kisah Mak Uki, yang dilengkapi oleh teman-teman lain yang telah lama berproses di PLUSH, membuat Amir dan Renate tertantang untuk menulis sejarah gerakan LGBT di Jogja. Hmm, menarik sekali. Semoga bisa segera dimulai tuh rencananya. :)

Mak Uki Menceritakan sejarah PLUSH
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi Rikza, sang desainer, tentang logo baru kita. Penasaran bagaimana bentuk logo barunya? Nih..

Versi Horizontal

Versi Vertikal





Ini pemaparan Rikza tentang konsep dan inspirasi logo PLUSH yang baru:





Pertemuan ini kemudian ditutup dengan makan bersama dan sharing bebas. Terima kasih untuk semua yang telah hadir, berbagi cerita dan masukan. Terima kasih juga untuk Rikza yang telah membantu kreasi logo baru PLUSH. Semoga dengan logo baru ini, PLUSH semakin bersemangat belajar dan berjuang untuk pemenuhan hak-hak LGBT di Yogyakarta dan Indonesia.


Salam keberagaman,
PLUSH

RELATED POSTS

0 comments