Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Kuota Ekstra [Cerpen #IDAHOT2015]

01.00 PLUSH Online 0 Comments Category : , , ,

Oleh : Sen Riezyoe


Sungguh percaya diri atau.. harus kusebut dia tidak tahu diri karena sikap beraninya yang kelewat batas.

“ Jadilah pacarku. “

Lihat, itulah yang pertama kali diucapkannya begitu kami bertemu, seandainya bisa benar-benar disebut bertemu jika mengingat kami tidak saling bertatap mata. Dia berada di depan sana, di atas tempat tidur, mungkin, di dalam ruang UKS. Kami terpisah oleh sebuah sekat yang terbuat dari kain berwarna hijau muda dengan frame besi seperti yang biasa terdapat pada UKS, Puskesmas, maupun rumah sakit.

Aku tidak mengerti bagaimana cara berpikirnya.

“ Aku Daniel. “ tambahnya yang masih juga tidak menampakkan diri.

Daniel, huh? Dia bernama Daniel? Sesuai dugaanku selama ini karena di dalam blog dia menggunakan nama &nieL.
***

Hal konyol ini berawal dari kebodohanku. Aku, Levi, seorang cowok berotak pas-pasan dengan begitu arogan menjadi murid di sebuah SMU swasta bernama Equator yang merupakan SMU terbaik tingkat nasional. Sebuah keajaiban bagaimana aku bisa diterima di dalamnya. Lalu.. seperti yang bisa ditebak, aku kesulitan mengikuti pelajaran.

“ Apa yang kau cari? “

Seorang cewek menegurku saat konsentrasiku terpecah antara layar komputer dan suara bising dari luar ruang komputer. Iya, daya konsentrasiku rendah.

“ Materi pelajaran. “ jawabku tanpa menyempatkan diri menoleh padanya, “ Aku kesulitan mengikuti materi di sekolah ini. “
“ Blog ini bagus. “ jelasnya sambil merebut mouse dari tangan kananku yang dilanjutkannya dengan mengganti situs yang sedang kubuka.

Sebuah blog..

“ Isinya mudah dipahami dan pemiliknya bersedia memberi penjelasan lebih jika kau bertanya. “
“ Bagaimana cara membaca namanya? “ tanyaku.
“ Kau menanyakan namanya? “
“ &niL, aku tidak tahu cara membaca nama yang ditulis dengan seaneh itu. “
“ Haha.. “ dia tertawa, “ Kau hanya perlu mengetik nama itu karena komunikasi kalian hanya bisa melalui blog, melalui tulisan. Dia tidak akan pernah menemuimu langsung, mengerti? “
“ Bukan begitu. Aku hanya ingin tahu cara membacanya. “

Dia terdiam.

“ .. Andniel? Enil? “ gumamnya, “ Terdengar aneh. “
“ Daniel. “ sahutku.
“ Daniel? “
“ Dia orang Indonesia kan? & itu dibaca Dan jadi namanya Daniel. “
“ Kau yakin kau bodoh, Levi? “
“ Ha? “
“ Hahaha.. “

Aku tidak mengerti kenapa dia tertawa. Ngomong-ngomong.. aku tidak mengenal cewek ini, sebenarnya. Itu sama sekali tidak penting. Yang jelas.. itulah awal bagaimana aku bisa berhubungan dengan Daniel, sebagai si bodoh dan si pintar.
***

“ Aku akan melompat keluar jendela kalau kau kemari. “ ancam Daniel.

He? Dia akan melompat keluar jendela jika aku mendekat? Jadi dia akan terus bersembunyi di balik sekat? Lalu apa maksudnya dengan____

“ Jadilah pacarku. “

Itu. Permintaan itu. Apa maksud permintaan itu!?

Dia menyebalkan..
Benar-benar menyebalkan..
Sangat menyebalkan..!!

“ Kenapa kau tidak mau memperlihatkan wajahmu? “ tanyaku, “ Suaramu itu.. kau cowok kan? Dan lagi namamu benar-benar Daniel. “
“ Levi masih meributkan jenis kelaminku. “

Cara bicaranya sungguh menyebalkan!

“ Yang namanya cinta sejati itu.. seharusnya tanpa syarat, bukankah begitu? “
“ Cowok tidak mungkin berpacaran dengan sesama cowok! “ tegasku.
“ Tapi bukankah kau merasa nyaman saat berkomunikasi denganku? “

Sombong sekali.

“ Memangnya kenapa kalau sesama cowok? “

Menyebalkan.

“ Tunggu, aku tidak pernah mengatakan kalau aku seorang cowok kan? Jadi.. apakah aku seorang cowok? “

Sangat menyebalkan!

“ Perlihatkan saja wajahmu agar aku tahu! “ paksaku.
“ Hahaha.. “

Tsk!

“ Seandainya aku cewek pun, aku tidak akan memperlihatkan wajahku sebelum kau mengatakan bersedia menjadi pacarku. “
“ Kenapa? “
“ Umm.. karena aku orang yang aneh, mungkin. Haha.. “

Bukan soal aneh, tapi dia memang cowok kan? Suaranya, juga namanya, semua itu jelas membuktikan bahwa dia seorang cowok. Bukan hanya itu, hal-hal yang diketahuinya, yang biasa dibahas olehnya, selalu seperti apa yang diketahui dan dibahas oleh cowok, bukan cewek! Jadi sebagai sesama cowok bagaimana mungkin dia bisa memintaku menjadi pacarnya!? Dia pasti gila!

“ Kau.. homo? “ tanyaku.
“ Hmm? “
“ Kau penyuka sesama jenis. “
“ Hahaha.. “

Kenapa justru tertawa?

“ Haha.. Kau bisa bilang aku memiliki wajah yang menarik di mata cowok maupun cewek. “ jelasnya, “ Androgini. “

Apa maksud penjelasan itu?

“ Aku sudah beberapa kali pacaran. Tapi untuk merasakan suka yang sebenarnya.. sebuah cinta tanpa syarat.. baru kau orangnya. “

Suaranya mulai terdengar lemah, entah karena apa.

“ Aku menyukaimu, Levi. “ ucapnya, “ Aku menyukaimu.. Tidak perduli kau cowok atau pun cewek. “

Tsk! Jawabannya selalu tidak jelas! Sama tidak jelasnya dengan identitas yang ia miliki.

“ Hari ini saja, hanya sampai jam olahraga berakhir.. Jadilah pacarku. “

Apa maksud permintaan itu? Dia terlalu memaksa tapi kenapa hanya sampai pelajaran olahraga berakhir? Itu waktu yang terlalu singkat karena saat aku memutuskan untuk ke UKS saja jam olahraga hanya tersisa kurang dari 30 menit.

“ Ayolah, aku ingin jadi pacarmu. “

Tsk!

“ Levi. “
“ Kalau begitu perlihatkan wajahmu! “
“ Levi perduli pada fisik ternyata. “

Dia tahu bukan itu! Aku hanya ingin tahu gendernya! Aku ingin tahu itu sebelum membuat keputusan!

“ Aku menyukaimu, Levi. “ ucapnya yang bernada sangat lemah.

Ada apa sebenarnya dengan suaranya?

“ Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu. “
“ .......... “
“ Benar-benar menyukaimu. Sangat.. sangat.. sangat menyukaimu. “

Kenapa dia tidak memperlihatkan wajahnya saja?

“ Aku menyukaimu. “ ucapnya untuk kesekian kali, “ Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. Aku me____ “
“ Aku mau jadi pacarmu! “

Tsk! Apa yang baru saja kukatakan? Bersedia menjadi pacar dari seseorang yang belum kuketahui jenis kelaminnya. Sungguh bodoh!

“ ..Terima kasih. “ ucapnya.

Ha?

“ Hanya begitu saja? “ tanyaku, “ Padahal kalau pacaran aku ingin bergandengan tangan. Pergi ke suatu tempat dan foto bersama.. “
“ .......... “

Apa-apaan ini? Tidak ada perubahan apapun. Sebenarnya untuk apa dia memintaku menjadi pacarnya?

“ Waktu habis. “ ucapnya, “ Terima kasih karena sudah mau menjadi pacarku. “

!?
Tunggu!
Kenapa___

!?

“ Da.. “

!?
Dia muncul!
Maksudku.. maksudku dia kemari. Dia.. dia menunjukkan dirinya.

“ Aku menyukaimu, Levi. “ ucapnya sambil membungkam mulutku.
“ .......... “
“ .......... “

.. Dia mencium tangannya.
.. Dia mencium tangannya sendiri yang masih membungkam mulutku.

Apa ini? .. Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. Yang bisa kulakukan hanya diam dengan detak jantung yang begitu cepat sementara dia, Daniel, berjalan pergi begitu saja seolah segalanya telah selesai.

Kenapa jadi seperti ini..!?
***

Aku berlari secepat yang kubisa begitu berhasil kugerakkan tubuhku. Aku harus mengejar Daniel!

.. Tidak. Aku tidak mendapatkan apapun. Dia tidak kutemukan dimanapun.

Kenapa?
Kenapa tidak bisa?

!?
HP pada saku jerseyku bergetar. SMS!

Nama: Daniel Barrett
Tempat/Tgl Lahir: Surabaya, 31 Desember 1998
Jenis Kelamin: Laki-laki
Golongan Darah: AB

Kenapa? Kenapa dia memberitahu identitasnya? Apa maksud dari semua ini? Sesuatu yang buruk terjadi kan? Iya kan? IYA KAN..!?
***

15 Mei 2015, sekarang adalah hari ke 3 sejak pertemuan pertamaku dengan Daniel. Maksudku.. pertemuan terakhir. Tidak lama setelah dia mengirim SMS berisi identitasnya, blog &niL hilang. Saat ini pun nomornya sudah tidak aktif. Dia menghilang.

Haha..
Hahaha..
Hahahaha..
Dia menghilang!
Dia menghilang!
Daniel menghilang!

Hahaha..

Haha.. Betapa bodohnya aku. Seandainya saja.. seandainya saja aku bersedia membalas rasa sukanya..

.. Seandainya aku berani mengakui perasaanku sendiri.

“ Pasti akan ada kenangan indah yang bisa kukenang kan, Daniel? “ tanyaku pada sebuah batu nisan, “ Seandainya saja aku tidak bodoh.. “

Inilah yang kudapatkan. Aku bodoh tapi kugunakan otakku untuk terlalu lama berpikir. Tidak berani mengakui rasa suka karena jenis kelamin? Konyol.

Dia, Daniel, sudah berulang kali mengucapkan bahwa dia menyukaiku. Berulang kali.. tapi aku bersikap seolah yang kurasakan belum bisa melebihi perasaan seorang teman. Padahal aku sudah sangat menyukainya. Aku sudah sangat menyukainya bahkan mungkin sebelum dia menyukaiku.

Otak bodohku seharusnya tidak kugunakan untuk berpikir.

Memangnya kenapa kalau kami sama-sama cowok? Sebenarnya apa yang kutakutkan? Kami saling menyukai.. kenapa aku masih mempertimbangkan banyak hal?

Akhirnya yang kudapatkan hanya kuota ekstra yang berlangsung singkat dengan PUK yang lewat begitu saja. Haha.. iya, kuota ekstra kan?

Dia, Daniel, sudah divonis akan segera meninggal. Itu sebabnya dia berusaha mendapatkan hubungan yang tidak menggunakan syarat. Dia menginginkannya dariku. Nyatanya tidak kuberikan. Dengan sisa waktu hidupnya, dengan kuota ekstra dimana dia mendapatkan keajaiban untuk bangun dari tempat tidurnya, dia.. dia menggunakan itu untuk menemuiku.

.. Seandainya saja aku tidak menyia-nyiakan waktu dengan berpikir kesana-kemari.

Haha..
***
-END- 

RELATED POSTS

0 comments