Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Antara Aku, Kau dan Istrimu [Cerpen #IDAHOT2015]

17.12 PLUSH 0 Comments Category : , , , , , , , , , , , , , , , ,

oleh: Rafiq Kaizen Nasukha





Cinta tak pernah mengenal jenis kelamin, ketika ia hadir, siapa yang akan mampu menolaknya. Tak ada… tak akan ada yang mampu menolaknya, cinta hadir bagai badai yang pasti akan datang, cinta hadir bagai sebuah gelombang yang datang bertubi tubi merasuk keseluruh sel sel sendi kehidupan.

Sedangkan aku hanya anak manusia ciptaan Tuhan, tak pernah punya kendali atas takdir kehidupan. Aku hanya menjalani kehidupan atas kuasa Tuhan. Lalu salahkah aku ketika aku laki-laki namun aku mencintai laki-laki?. Aku pernah berfikir kalau ini salah, ini tidak benar. Namun pada akhirnya aku menyadari bahwa aku juga ciptaanMu yang pastinya lengkap dengan segala orientasi seksualku. Kau (Tuhan) bersabda bahwa kami (manusia) diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Dari sanalah aku menyadari bahwa orientasiku ini bagian dari cipta sempurnaMu.

Kau pun sama, seorang lelaki paruh baya yang begitu sempurna di mataku. Tatapan matamu yang tajam, senyum manismu, tubuh indahmu itu.  Kau telah hadir dan menjadi bagian dari hidupku. Sikapmu yang bijak, lembut, penuh kasih sayang, menjadikanku tak pernah mampu untuk berpaling darimu. Kau ciptaan Tuhan yang sama sepertiku. Hanya bedanya, kau sekarang punya istri dan kedua putra yang lucu. Kau hidup dalam sebuah rumah tangga yang tampak bahagia. Rumah tangga yang menurut orang ideal. Yah… itu dimata orang lain yang tak pernah mengerti keadaan dan kondisi kita.

Istrimu, wanita lemah lembut, cantik, anggun dan pekerja keras itu juga menjadi bagian dari hidupmu. Dialah yang mampu memberikanmu dua putra yang tampan itu. Aku tak pernah tahu sebesar apa cintamu pada istrimu dan akupun tak pernah mau menanyakan itu. Istrimu menjadi bagian dari cerita hidup kita berdua.

Aku, kau dan istrimu… kisah kita bertiga memang unik. Namun yang menjadi kegelisahanku adalah kita tak pernah adil pada istrimu yang tidak tahu apa apa tentang hubungan kita. Lucu memang, karena kita selalu berhubungan di belakang istrimu. Sedangkan selama ini istrimu menganggapku sebagai temanmu. Dalam hatiku sebenarnya ingin menjerit karena bagaimanapun posisiku adalah tidak tepat. Aku seperti seorang selingkuhan di posisi ini. Namun kau selalu meyakinkanku bahwa posisiku dan istrimu berbeda. Bedanya dimana tak pernah bisa kau jelaskan. Kau pun mengungkapkan bahwa kau tak mungkin bisa meninggalkanku ataupun meninggalkan istrimu. Kau mengungkapkan tak pernah bisa untuk memilih salah satu diantara kami berdua. kau bilang cintamu untukku sama dengan cintamu untuk istrimu. Namun kau juga mengungkapkan jika kita tidak mungkin bisa mengungkap keadaan kita ini kepada istri ataupun keluargamu karena hubungan kita belum bisa diterima masyarakat. Dan kitapun tak pernah tahu, sampai kapan masyarakat akan faham.

Lambat laun akhirnya aku menyadari. Aku hanya seorang gay yang tak ingin merebut cinta suami dari istri dan kasih sayang ayah dari anak anak tercinta, namun ini cintaku, cintamu padaku dan cintamu pada mereka. Biarlah mereka mengartikan apa, dan semua kupasrahkan pada Tuhan, demi kebahagiaanmu, keluargamu, dan cinta kita….

Pati, 7 Mei 2015 

RELATED POSTS

0 comments