Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

CyberBullying Part 3 : Prinsip-prinsip Dasar Menghadapi Cyberbullying

09.57 PLUSH Online 0 Comments Category : , , , ,




By Renate Arisugawa
Ok, kita sudah belajar sedikit tentang cyberbullying, yang ternyata itu sangat dekat dengan keseharian kita. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghadapinya, supaya kita tidak menjadi target (apalagi korban) cyberbullying. Atau kalau itu sudah terlanjur terjadi pada kita atau teman-teman kita, apa yang bisa kita lakukan? Yuk kita simak bersama.
1.       Pencegahan: Jangan Mengambil Resiko!
·         Jangan mengirimkan atau memposting informasi yang bisa digunakan orang untuk menyerangmu. Pikirkan baik-baik sebelum menekan tombol ‘kirim’.
·         Perhatikan caramu berkomunikasi, jangan sampai menghina atau melukai hati orang lain.
·         Jangan masuk ke dalam grup online yang berisi orang-orang yang tidak memperlakukanmu dengan baik.
·         Berhati-hatilah menyimpan password. Hal yang tampak sepele ini kadang berakhir dengan penyesalan dan frustasi berat di kemudian hari.

2.       Jangan Melakukan Cyberbullying
·         Cyberbullying itu tidak keren, itu kejam. Sebagaimana bullying di dunia nyata, cyberbullying juga tidak ditentukan oleh NIAT dari pelaku (misalnya bercanda) tapi EFEK yang diterima korban. Ingat, dengan teknologi internet, efeknya bisa berkali-kali lipat lebih berat dari bullying di dunia nyata.

3.       Tindakan: Jika Terjadi Pada Kita
·         Jangan terpancing! Pelaku kadang justru mencari reaksimu dan akan menggunakannya untuk semakin menjatuhkanmu.
·         Simpan bukti-bukti (file, percakapan, SMS). Jika pelaku melakukan serangan tidak langsung, perkirakan siapa saja yang mungkin melakukannya.
·         Putuskan apakah kamu sanggup menghadapinya sendiri atau membutuhkan bantuan orang dewasa.
·         Jika ingin mencoba mengatasi sendiri, tenangkan dirimu, katakan pada pelaku untuk menghentikan tindakannya dan menghapus file-file yang digunakannya untuk menyerangmu.
·         Jika perlu, hentikan komunikasi dengannya. Hapus nomornya, pin BB-nya, blok/remove dia dari jaringan media sosialmu.
·         Laporkan gangguan yang kamu terima kepada website, ISP atau media sosialmu.
·         Kalau tidak bisa mengatasi sendiri, mintalah tolong kepada orang tua, guru atau lembaga acuan.

4.       Jika Terjadi Pada Temanmu
·         Jangan mengabaikan cyberbullying yang terjadi pada temanmu.
·         Jangan ikut-ikutan menyebarkan file, pesan, SMS atau email yang akan menyakiti temanmu.
·         Jika mengetahui pelakunya, mintalah pelaku untuk menghentikannya.
·         Pertimbangkan untuk melibatkan orang dewasa (orang tua atau guru) dalam penanganan cyberbullying.

5.       Panduan bagi Orang Tua
Tidak mudah bagi orang tua ketika mendapatkan laporan mengenai cyberbullying yang menimpa anaknya. Berikut ini panduan singkatnya:
·         Untuk pencegahan, carilah data mengenai si anak melalui google. Lihat apakah data-data pribadinya (foto, nama, alamat, usia) terpampang dengan jelas secara publik. Jelaskan bahwa data-data pribadi itu dapat disalahgunakan orang untuk menyakiti mereka.
·         Bicaralah pada anak. Jangan mengabaikan laporan mereka. Ketika anak-anak melaporkan bullying/cyberbullying yang menimpa mereka, itu berarti mereka tidak bisa mengatasinya sendiri dan membutuhkan bantuan dan dukungan orang tua.
·         Jika gangguannya ringan, sarankan si anak untuk mengabaikan pelaku dengan memblokir nomor hp, pin BB, email atau pertemanan dengan pelaku di media social.
·         Jika gangguannya berat, kumpulkan bukti-bukti lalu datangi orang tua pelaku dan minta mereka menyuruh anaknya menghentikan tindakan cyberbullying. Tindakan ini akan lebih baik jika menyertakan guru/pihak sekolah sebagai penengah atau mediator.
·         Jika setelah menempuh semua cara tersebut, gangguan tidak berhenti atau mengakibatkan si anak mengalami dampak yang berat, laporkan tindakan cyberbullying ini ke polisi. Ini merupakan pilihan tindakan terakhir karena proses hukum biasanya akan panjang dan berbelit-belit.

Referensi:
1.       Willard, Nancy; Cyberbullying: Q&A with Nancy Willard; The Prevention Researcher Volume 14, December 2007.

RELATED POSTS

0 comments