Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Mengapa kita harus mengenali dan menghentikan perilaku bullying sedini mungkin?

13.52 PLUSH 0 Comments Category : , , , ,


Bullying memberikan dampak negatif baik bagi korban maupun pelaku. Dampak negatif ini tidak akan mudah untuk dihilangkan serta akan mempengaruhi psikis saat si anak beranjak dewasa. Hal ini seperti yang ditemukan dari  penelitian yang dilakukan oleh JAMA Psychiatry yang melibatkan lebih dari 1.200 anak berusia 9 tahun ke atas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa setelah menjadi manusia dewasa, orang-orang yang saat masih kecil pernah menjadi korban bully mengatakan jika mereka memiliki gangguan kecemasan, mudah panik, dan depresi. Hal yang sama juga terjadi bagi para pelaku bullying. Para pelaku mengalami risiko peningkatan gangguan kepribadian yang cenderung antisosial.

Dampak negatif  yang mungkin dialami pelaku dan korban bullying secara umum:
Dampak terhadap korban bullying:
  •  kurang minat mengerjakat tugas dari sekolah
  • ·sering absen dan bolos sekolah
  • ·prestasi menurun
  •  kurang pergaulan dengan teman-teman sekolahnya
  • ·mudah emosi (labil) ketika depresi, marah, sedih
  • ·sering mengalami sakit kepala, sakit perut, nafsu makan menurun, sulit tidur
  • ·Keinginan untuk mengakhiri hidup
Dampak terhadap pelaku bullying:
  • prestasinya rendah, suka menyendiri (meskipun banyak juga kasus dimana pelaku bullying adalah anak yang pintar dan terkenal di sekolah)
  • senang melakukan tindakan-tindakan kekerasan dan anarkis
  • sering bolos sekolah
  • sikap yang menantang orang tua maupun orang dewasa
  • di masa depannya sangat mungkin mereka menjadi pelaku kriminal
Contoh kasus bullying yang berujung pada kematian:
  • Aaron Dugmore (9 tahun, Inggris)
Aaron Dugmore, ditemukan meninggal gantung diri di kamarnya. Diduga, ia gantung diri karena berbulan-bulan mengalami tekanan di sekolah. Menurut catatan The Sun, Aaron merupakan kasus bunuh diri termuda karena bullying di Inggris. Aaron pernah bercerita ke orang tuanya  bahwa dirinya di-bully oleh sekelompok anak Asia di sekolahnya. Penyebabnya sepele, karena Aaron berkulit putih. Sampai-sampai, saat makan siang ia harus bersembunyi di taman bermain untuk menghindari tekanan dari teman-temannya.

  •  Amanda Todd (15 tahun, Kanada)
Amanda melakukan keteledoran dengan menunjukkan bagian pribadinya di internet ketika ia chatting dengan seseorang, saat itu usianya baru 13 tahun. Setahun kemudian, ia mendapat ancaman dari seseorang untuk meng-upload gambar tersebut ke publik apabila Amanda tidak memenuhi keinginannya. Amanda pun terpaksa sekali lagi melakukan flashing (istilah mempamerkan bagian tubuh tertentu di internet) kepada orang yang mengancamnya tersebut. Masalahnya justru menjadi besar, orang itu ternyata tidak menepati janjinya dan foto-foto Amanda pun menyebar secara luas di internet. Sejak saat itu, hidup Amanda berubah. Amanda harus berpindah-pindah sekolah karena hinaan yang dia alami dari teman sebayanya. Akhirnya, tepat tanggal 10 Oktober 2012, dia mengakhiri hidupnya karena tidak mampu lagi bertahan dari mereka yang menghinanya.

Mari bersama kita putuskan rantai bullying sebelum semuanya terlambat :)


RELATED POSTS

0 comments