Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Sahur Bersama LGBT Yogyakarta

14.04 PLUSH 0 Comments Category : , , , ,


Pagi dini hari kami melaju membawa kotak makanan penuh dari Kotagede menuju daerah Alun-alun utara. Hari itu adalah Hari Minggu pagi, 12 Agustus 2012, teman-teman LGBT mengadakan “Sahur Bersama” di daerah taman pintar, BI dan alun-alun utara. Area tersebut dipilih karena masyarakat sekitar sangat dekat berinterkasi dengan LGBT di Yogyakarta.

Sebelum pergi menuju Alun-alun utara kami mampir ke daerah shopping center, timur taman pintar terlebih dahulu. Tak lama kami tiba, teman-teman waria BI datang beramai-ramai. Kami langsung membagikan makanan sahur untuk tuna wisma dan buruh gendong di sekitar daerah tersebut.

Banyak sekali tuna wisma yang tinggal di daerah tersebut. Bahkan ada kejadian yang sangat miris ketika buruh gendong berebut makanan yang kami bawa. Teman-teman kami yang membagikan makanan sahur tak bisa berbuat apa-apa diantara buruh gendong.

Destinasi kedua adalah di sekitar Bank Indonesia. Kebetulan tak banyak tunawisma yang berada di daerah tersebut padahal pada hari-hari biasanya mereka tidur di daerah tersebut. Segera kami bertolak menuju alun-alun utara. Jam menunjukkan pukul 2.30 am, beberapa teman kami sudah berkumpul dan bercengkrama dengan tua wisma yang tidur disana. 

Beberapa tikar dan Koran kami gelar agar tuna wisma mau datang bercengkrama. Selain membagikan makanan sahur kami juga membagikan pakaian pantas pakai. Tuna wisma yang datang cukup antusias dengan kegiatan yang diadakan oleh teman-teman LGBT.

Teman-teman LGBT juga terlihat senang karena selain bisa berbagi dengan sesame mereka juga terlihat asik berbincang dengan teman LGBT lainnya. Seolah acara “Sahur Bersama” juga menjadi ruang melepas rindu bagi teman-teman yang jarang bertemu.

Resistensi Komunitas LGBT?
Akhir-akhir ini isu keberagaman terkait dengan LGBT menjadi perdebatan sengit. Aksi penyerangan diskusi yang diselenggarakan di Lkis menjadi titik klimaks perdebatan tersebut. Perlawanan terhadap teman-teman LGBT yang menuntut kesetaraan tidak hanya sebatas diskusi saja tetapi kekerasan.

Refleksi kegiatan “Sahur Bersama” adalah bentuk kepedulian teman-teman LGBT terhadap masyarakat sekitar. Selain itu kegiatan ini juga merupakan perwujudan kesetaraan sesama manusia yang saat ini langka akibat konflik elitis yang ingin mempertahankan kekuasaannya.

Jika dilihat dari kegiatan tersebut masyarakat sekitar, tunawisma, tidak memperlihatkan sikap antinya terhadap LGBT. Bahkan mereka sangat terbuka dengan kedatangan dan aksi positif yang diusung oleh teman-teman LGBT Yogyakarta. 

Rencananya kegiatan positif teman-teman LGBT akan secara berkala dilakukan. Tidak hanya membagikan makanan sahur, kedepannya kegiatan berbagi ini akan dilakukan dengan konsep berbeda. Dukungan masyarakat sangat diperlukan, tidak hanya untuk teman-teman LGBT tetapi juga untuk mewujudkan masyarakat plural yang beradab. (Didin)

RELATED POSTS

0 comments